Dosen STAI Darul Hikmah Aceh Barat Masuk Daftar Pemenang Sayembara Cerpen Piala Gubernur Aceh 2026
Aceh Barat – Kabar membanggakan datang dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat. Salah satu dosen tetapnya, Arizul Suwar, M.Pd., berhasil meraih penghargaan Juara Favorit dalam ajang Sayembara Cerpen Piala Gubernur Aceh 2026 yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Aceh.
Prestasi ini diraih melalui cerpen berjudul Sultanah Ayra dan Portugis Bertopi Kuning, sebuah karya yang memadukan humor, imajinasi anak-anak, dan kritik sosial terhadap kerusakan lingkungan yang berujung pada bencana banjir. Sayembara bergengsi ini diperuntukkan bagi pemuda dan pemudi Aceh berusia 16–30 tahun dengan tema Pemuda dan Bencana Hidrometeorologi.
Kompetisi ini diikuti oleh lebih dari 700 peserta dari 23 kabupaten/kota di seluruh Aceh, menjadikannya salah satu ajang literasi paling bergengsi di tingkat provinsi. Proses seleksi berlangsung sangat ketat dan bertahap, dari 700 lebih naskah yang masuk, hanya 527 yang lolos seleksi teknis dan administrasi, kemudian disaring lagi menjadi 300 naskah yang memenuhi kriteria cerpen, hingga akhirnya hanya 18 naskah terbaik yang ditetapkan sebagai pemenang.

Cerpen Sultanah Ayra dan Portugis Bertopi Kuning berkisah tentang seorang gadis bernama Ayra yang tumbuh bersama ayahnya di desa yang berbatasan dengan hutan lindung. Dengan gaya bertutur yang ringan dan penuh imajinasi kanak-kanak, cerita ini mengangkat isu tentang masuknya perusahaan sawit ke kawasan hutan yang berujung pada kerusakan ekosistem dan bencana banjir.
Di tangan Arizul, isu berat itu disajikan melalui mata seorang anak yang mencintai kebunnya, merindukan pohon duriannya, dan pada akhirnya bangkit melawan dengan caranya sendiri.
Bagi Arizul, mengikuti lomba bukan semata mengejar kemenangan. Ajang semacam ini, menurutnya, menjadi kanal yang penting untuk melahirkan tulisan. “Saya memang suka menulis, dan dengan adanya lomba semacam ini, saya punya ruang untuk berkarya. Saya bangga dengan proses yang telah dilalui dan akan terus berproses untuk memberikan yang terbaik ke depannya,” ujarnya.
Sebagai dosen, Arizul juga menitipkan pesan kepada mahasiswanya. Ia mendorong mereka untuk tidak ragu terjun ke dunia kepenulisan dan terus berkontribusi dalam ekosistem literasi. “Fokuslah pada proses, jangan terlalu fokus ke hasil. Karena hasil yang bagus pasti berangkat dari proses yang bagus juga,” pesannya.
Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi nyata bagi civitas akademika STAI Darul Hikmah, bahwa dunia akademik dan dunia kreatif bisa berjalan beriringan, dan bahwa suara pemuda Aceh layak didengar, termasuk lewat karya sastra.
